Kamis, 01 Oktober 2015

LAYANAN PENGGUNAAN INTERNET DAN DAMPAK PENGGUNAANNYA

Apa itu media sosial?

Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi Blog, Jejaring Sosial, wiki, forum dan dunia virtual Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.*)

Pertumbuhan teknologi saat ini berkembang dengan pesat dibantu dengan masuknya beragam perangkat gadget yang beramai-ramai masuk ke pasar dagang Indonesia. hal ini diterima dengan sangat baik oleh penduduk Indonesia. akibatnya, maraknya media sosial yang berkembang di masyarakat. Tak sedikit dari masyarakat yang lebih suka berkomukasi lewat sosial medeia dibandingkan dengan komukasi tatap muka. Hal tersebut juga dapat saya rasakan pada diri saya sendiri.

saya membagi menjadi dua kriteria yaitu Media sosial dan Aplikasi Messenger. Berikut adalah urutan Media Sosial yang sering  saya akses :


1.    Twitter


Media sosial yang mempermudah penggunannya berinteraksi dengan pengguna lain. Pemilik akun bebas berinteraksi dengan siapapun tanpa harus saling ‘mengikuti’ kecuali pemilik akun tersebut memprivasi akun miliknya. sampai saat ini saya sendiri masih sering mengakses akun twitter saya. Karena, saya dapat dengan mudah mengetahui info-info mengenai idola saya lewat twitter selain itu saya dapat menegtahui sesuatu yang sesang terjadi atau yang sedang trend di berbagai belahan dunia lain.

2.    Facebook


Media sosial ini juga mempermudah penggunanya berinteraksi dengan pengguna lain di berbagai belahan dunia lain. Bedanya dengan twitter, pengguna akun facebook harus saling menjalin pertemanan terlebih dahulu. Media sosial ini juga menyediakan fitur- fitur seperti mengirim gambar, video, chatting, dan lain sebagainnya. sampai saat ini saya juga masih menggunakan facebook karena secara otomatis media sosial ini terhubung di telepon pintar saya. saya biaswa menggunakan facebook untuk berkomukasi dengan kawan-kawan saya sewaktu SMP bahkan SD. bertukar kontak baru, chatting, atau sekedar  memposting kata-kata yang sering disebut dengan status.

3.     Path

Media sosial ini mempermudah penggunannya untuk berbagi lokasi dan gambar serta pesan. Tetapi, path hanya diperuntukan pengguna berbagi dengan kerabat dekat seperti keluarga, dan teman-teman. Path memiliki sifat yang lebih privasi dibandingkan sosial media yang lainnya. sampai saat ini aplikasi Path masih sering saya gunakan karena langsung terhubung juga dengan telepon pintar saya. biasanya saya menggunakan media sosial ini untuk berbagi lokasi dimana saya berada, dimana saya makan, berbagi momen foto yang ingin saya posting, berbagi musik yang sedang saya dengarkan, dan berbagi buku yang sedang saya baca.



4.    Soundcloud


Sosial media berupa wadah bagi seniman untuk mengunggah atau mendistribusikan hasil karyanya seperti suara dan instrument musik mereka dengan URL khusus. media sosial ini saya gunakan untuk mengunggah rekaman suara saya sendiri hanya untuk sekedar hobi dan kesenangan semata.



Selain media sosial, Aplikasi messenger juga mempermudah penggunannya berbicara tanpa harus  bertatap muka dengan lawan bicaranya.  Berikut urutan sosial Aplikasi messenger yang sering diakses:


1.   Line

Aplikasi Messenger yang memberikan fitur telepon serta video call tanpa menggunakan biaya seluler, serta menyediakan fitur berupa stiker yang unik untuk berchatting ke sesama pengguna Line. biasanya saya menggunakan Line untuk berkomunikasi dengan kerabat terdekat, dan teman-teman saya. karena berbagai fitur yang menarik, saya lebih sering menggunakan aplikasi ini utnuk vide ocall atau free call yang disediakan.



2.    BBM

Aplikasi Messenger yang memberikan fitur chatting kesesama pengguna Blackberry Messenger dengan menggunakan PIN untuk terhubung ke pengguna lainnya dan sifatnya pribadi.biasanya saya menggunakkan aplikasi messenger yang sering disebut BBM ini untuk berkomunikasi dengan kerabat derta kawan-kawan saya. tidak jauh berbeda dengan aplikasi Line tadi.


3.     WhatsApp

Aplikasi Messenger yang memberikan fitur chatting kesesama pengguna WhatsApp dengan menggunakan nomer telepon yang dimiliki. Aplikasi ini bersifat pribadi. biasanya saya menggunakan aplikasi messenger ini untuk berkomukasi tak langsung juga, sama halnya dengan menggunakan BBM atau Line.



Pada dasarnya penggunaan media sosial dengan aplikasi messernger yang saya gunakan memilikin fungsi yang tidak jauh berbeda yaitu melakukan komunikasi tak langsung, mencari informasi dan referensi baru dan lain sebagainya.

Selain media sosial, saya juga menggunakan layanan Web browser yaitu Opera, Mozilafirefox, dan Google Crome. Lalu, saya juga menggunakan layanan search enginee seperti Google, dan yahoo.

Perangkat yang saya gunakan untuk mengagkses internet adalah telepon pintar atau Smartphone. Selain mudah dibawa kemana saja, saya juga dapat mengakses internet kapan saja dan biayanya lebih murah. tetapi saya juga menggunakan Netbook untuk mengakses internet dan mengerjakan tugas saya.



DAMPAK DARI PENGGUNAAN INTERNET

Segala sesuatu yang memiliki dampak positif pasti selalu dibarengi dengan dampak negatif.  begitu pula yang saya rasakan dengan adanya Internet.dampak yang saya rasakan dengan adanya internet sepertinya seimbang positif dan negatifnya. mungkin hal ini berbeda dengan setiap individu yang merasakan dampak penggunakan internet. Menurut saya, jika internet dipergunakan dengan sangat baik dan semestinya akan membawa keuntungan tersendiri bagi penggunannya.

DAMPAK POSITIF


  • Lebih bayak memiliki referensi pengetahuan. Internet membantu saya untuk mencari referensi dari segala sesuatu yang belum saya ketahui. seperti isi buku, contoh jurnal, dasar teori, dan lain sebagainya.

  • Sebagai media informasi. Internet membatu saya untuk mendapatkan informasi terbaru yang sedang terjadi atau yang telah berlalu dikalangan masyarakat dalam negeri maupun luar negeri.


  • Sebagai media komunikasi. Internet membantu saya untuk mengakses media sosial yang saya gunakan untuk terhubung dengan kerabat derta teman-teman yang jaraknya berjauhan atau bahkan ketika saya malas untuk berkomukasi tatap muka saya menggunakan media sosial untuk berkomukasi dengan teman-teman saya.
  • Sebagai media hiburan. Internet sering saya gunakan untuk Streaming film-film yang saya inginkan, mengakses youtube, mengunduh lagu, dan lain sebagainya.



DAMPAK NEGATIF


  • Merusak Organ pengelihatan. semakin saya sering menggunakan internet, semakin sering saya menggunakan telepon pintar dan PC yang mengakibatkan kerusakan organ pada mata saya.



  • Meningkatkan rasa malas dan terbuangnya waktu. Internet meningkatkan rasa malas untuk mencari referensi pengetahuan melalui buku, serta membuat pengguna internet lebih malas untuk bersosialisasi dan lebuh senang melakukan hal-hal yang dianggap kurang penting.




sumber :
*) https://id.wikipedia.org/wiki/Media_sosial

PEMANFAATAN INTERNET UNTUK PERTAMA KALI

Pada kesempatan kali ini saya akan menceritakan bagaimana saya mengenal internet untuk pertama kali. Tapi, sebelumnya saya akan mengutip sedikit tentang pengertian internet.

Pengertian dari internet ( interconnection networking) sendiri adalah  jaringan komunikasi global yang terbuka dan menghubungkan jutaan bahkan milyaran jaringan komputer dengan berbagai tipe dan jenis, dengan menggunakan tipe komunikasi seperti telepon, satelit dan lain sebagainya*)

Melihat makin pesatnya era globalisasi saat ini, penggunaan internet makin hari kian bertambah. Hal ini disebkan karena meningkatnya kebutuhan, dan pola pikir manusia, serta gaya hidup. Internet ini dianggap sangat membantu kebutuhan manusia. Bahkan kini, anak yang usianya belum mencukupi mampu mengoperasikan perangkat/advice yang dapat langsung terhubung dengan internet yang  biasa kita sebut dengan gadget. Gadget yang sangat beragam mulai dari harga, bentuk dan merk ini berlomba-lomba masuk ke pasaran Indonesia. tak heran, jika kita melihat anak usia batita sekarang lebih senang menonton video-video edukasi atau berkutat dengan games-games di gadget-nya ketimbang main di luar bersama kawan-kawan sebayanya. Sangat disayangkan memang. Namun, dimana ada pengaruh negatif pasti selalu dibarengi dengan pengaruh positif. Dengan adanya internet dan gadget itu sendiri membuat masyarakat Indonesia lebih mudah mengakses ke dunia luar. Mampu mencari tahu apa saja yang ada di berbagai belahan dunia lain walaupun hanya dalam genggaman.





Bagaimana saya mengenal internet dan pemanfaatannya untuk pertama kali?


Awalnya, saya tidak mengenal internet terlebih dahulu. Melainkan, terlebih dahulu mengenal komputer. Pelajaran komputer saya dapatkan ketika saya pengenyam pendidikan usia 9 tahun, kelas 4 SD. Kami diajarkan mengoperasikan Ms.Word, bagaimana mengetik, mengganti-ganti gaya tulisan menggunakan Word Art, Menggambar pada Paint, dan lain sebagainya. Guru kami juga mengajarkan bagaimana menjalankan fungsi-fungsi komputer, dan lain sebagainya yang sifatnya masih sangat mendasar.

Internet pertama kali saya dapatkan justru dari luar sekolah. Yaitu dari kawan sebaya. Di era yang makin canggih saat ini hampir di setiap rumah telah memiliki jaringan internet berbayar yang biasa kita sebut dengan Wifi. Namun, tidak di masa kanak-kanak saya. Saya harus pergi ke Rental komputer yang biasa kita dengar dengan Warung Internet atau Warnet.  Dengan membayar Rp.3000,- saja, saya sudah dapat menikmati ber-internet selama 1jam. Untuk pertama kalinya saya membuka Web browser Mozilafirefox, dan membuka google pada search enginee. Pada usia saat itu saya menggunakan google hanya untuk melihat foto-foto artis, Barbie, hewan-hewan, dan lain sebaginya yang kurang penting :D

Menginjak usia 12 saya mulai mengenal sosial media seperti Ymail, MCn, dan Friendster yang sedang popular pada saat itu. Lalu beralih ke Facebook , Twitter, dan Youtube yang masih sesekali saya gunakan hingga saat ini . Semakin umur saya bertambah tak luput dengan perkembangan internet yang saya gunakan sehari-hari. Google yang dulunya hanya saya gunakan untuk melihat gambar kini telah berubah menjadi referensi pengetahuan saya. Selain buku, internet memudahkan saya mencari pengetahuan lebih cepat tanpa hambatan.

Beredarnya smartphone dan ganget semakin mempermudah saya ber-sosial media contohnya Aplikasi Chatting seperti WhatsApp, BlackBerry Messenger, Line, dan lain sebagainya. Lalu ada aplikasi yang mampu menunjukan lokasi seperti Path dan sejenisnya yang masih saya gunakan hingga saat ini.





*) http://www.nesabamedia.com/2015/04/pengertian-dan-manfaat-dari-internet.html

Senin, 04 Mei 2015

Diskusi Kelompok Kreativitas Dan Keberbakatan

KELOMPOK 1
Kelas :1PA20

Nama  kelompok:
  • Amellia Damayanti
  • Bella Pratiwi
  • Chica Desi Nada
  • Diah Permata
  • Febrika Fitro T
  • Fitra Faizani Andiana
  • Harini Mahardwiani
  • Machwinda Brilianti
  • Nenny Sri Rahayu
  • Pratiwi Indy Lestari
  • Riezky Juliandra Rizally

SOAL :
A.  Keberbakatan dan Kreativitas
  1. Jelaskan pengertian keberbakatan!
  2. Jelaskan pengertian kreativitas!
  3. Jelaskan hubungan pengertian keberbakatan dan kreativitas

B. Pembelajaran Anak Berbakat
  1. Sebutkan dan jelaskan ciri-ciri anak berbakat!
  2. Jelaskan penerapan pembelajaran anak berbakat menurut teori Barbe & Renzulli!
  3. Jelaskan mengenai kegunaan kurikilum berdiferensiasi dan apa perbedaannya dengan kurikulum yang umum!

JAWABAN :

A.
 1. Pengertian Keberbakatan

Keberbakatan adalah kemampuan unjuk kerja yang tinggi di dalam aspek intelektual, kreativitas, seni, kepemimpinan atau bidang akademik tertentu. Dalam konsep luas dan terpadu, keberbakatan merupakan kecakapan intelektual superior, yang secara potensial dan fungsional mampu mencapai keunggulan akademiak di dalam kelompok populasinya dan atau berbakat tinggi dalam bidang tertentu, seperti matematika, IPA, seni, musik, kepemimpinan sosial dan perilaku kreatif tertentu dalam interaksidengan lingkungan dimana kecakapan dan unjuk kerjanya itu ditampilkan secara konsisten.

2. Pengertian Kreativitas

Banyak buku yang membahas kreativitas, kelompok kami akan menyampaikan beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas, yaitu:

a.    Kreativitas adalah kemampuan untuk mencipta atau daya cipta. (K B B I)



b.    Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk        terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)



c.    Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam                pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).



d.    Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk    berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).



e.    Kreativitas  adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:


     Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.
Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendorong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.

   Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell) dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

   Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992)


   Kreativitas menurut Guilfird (1956) dapat dinilai dari ciri-ciri aptitude seperti kelancaran, fleksibilitas dan orisinalitas, maupun ciri-ciri non aptitude antar lain tempramen, motivasi, serta komitmen menyelesaikan tugas.


3. Hubungan Keberbakatan & Kreativitas


Three-Ring Conception” dari Renzulli dan kawan – kawan ( 1981), yang menyatakan bahwa tiga ciri pokok yang merupakan kriteria ( persyaratan) keberbakatan ialah keterkaitan antara :

  1. Kemampuan umum di atas rata – rata,
  2. Kreativitas di atas rata – rata, dan
  3. Pengikatan diri terhadap tugas ( task commitment cukup tinggi)
  4. Kemampuan diatas rata – rata

Salah satu kesalahan dalam identifikasi anak berbakat ialah anggapan bahwa hanya kecerdasan dan kecakapan sebagaimana diukur dengan tes prestasi belajar yang menentukan keberbakatan dan produktivitas kreatif seseorang. Bahkan Terman ( 1959) yang dalam penelitiannya terhadap anak berbakat hanya menggunakan kriteria inteligen, dalam tulisan – tulisannya kemudian mengakui bahwa inteligensi tinggi tidak sinonim dengan keberbakatan. Wallach ( 1976 ) pun menunjukkan bahwa mencapai skor tertinggi pada tes akademis belum tentu mencerminkan potensi untuk kinerja kreatif produktif.

Dalam istilah “ kemampuan umum” tercakup barbagai bidang kemampuan yang biasanya diukur oleh tes inteligensi, prestasi, bakat, kemampuan, mental primer, dan berpikir kreatif. Sebagai contoh adalah penalaran, verbal numerical, kemampuan spasial, kelancaran dalam memberikan ide, dan orisinalitas. Kemampuan umum ini merupakan salah atu kelompok keberbakatan di samping kreativitas dan “task – commitment”.

Kreativitas diatas rata -rata

Kelompok ( cluster) kedua yang dimiliki anak / orang berbakat ialah kreativitas sebagai kemampuan umum untuk menciptakan sesuatu yang baru, sebagai kemampuan memberikan gagasan – gagasan baru yang dapat diterapkan dalam pemecahan masalah, atau sebagai kemampuan untuk  melihat hubungan – hubungan baru antara unsur – unsur yang sudah ada sebelumnya.

Pengikatan diri terhadap tugas

Kelompok karakteristik yang ketiga yang ditemukan pada individu yang kreatif produktif ialah pengikatan diri terhadap tugas sebagai bentuk motivasi yang internal yang mendorong seseorang untuk tekun dan ulet mengerjakan tugasnya, meskipun mengalami macam – macam rintangan atau hambatan, menyelesaikan tugas yang menjadi tanggung jawabnya, karena ia telah mengikatkan diri terhadap tugas tersebut atas kehendaknya sendiri.

Galton meskipun menganut pandangan dasar genetis untuk keberbakatan dan “ genius “, namun dia percaya bahwa motivasi intrinsic dan kapasitas untuk bekerja keras merupakan kondisi yang perlu untuk mencapai prestasi unggul.

Manfaat dari definisi Renzulli ialah melihat keterkaitan antara tiga kelompok ciri sebagai persyaratan keberbakatan: kemampuan umum, kreativitas, dan motivasi ( pengikatan diri terhadap tugas).

Jadi, menurut definisi Renzulli, seseorang yang memiliki kreativitas pasti berbakat, tetapi seseorang yang berbakat belum tentu memiliki kreativitas

B.

1. Ciri-Ciri Anak Berbakat
  1. Membaca lebih  cepat dan lebih banyak
  2. Memiliki perbendaharaan kata yang lebih luas
  3. Mempunyai rasa ingin tahu yang kuat
  4. Mempunyai minat yang luas, juga terhadap masalah orang dewasa
  5. Mempunyai inisiatif dan dapat bekerja sendiri
  6. Menunjukkan keaslian (orisinalitas) dalam ungkapan verbal
  7. Memberi jawaban-jawaban yang baik
  8. Dapat memberikan banyak gagasan
  9. Luwes dalam berpikir
  10. Terbuka terhadaprangsangan-rangsangan dari lingkungan
  11. Mempunyai pengamatan tajam
  12. Berpikir kritis, juga terhadap diri sendiri
  13. Senang mencoba hal-hal yang baru
  14. Berperilaku terarah kepada tujuan
  15. Mempunyai banyak kegemaran
  16. Tidakcepatpuas dengan prestasinya
  17. Peka (sensitive) dan menggunakan firasat (intuisi)
  18. Menginginkan kebebasan dalam gerakan dan tindakan

 2. Penerapan belajar anak berbakat

a. Percepatan (akselerasi)

Meloncatkan anak pada kelas-kelas yang lebih tinggi (skipping). Sesuai dengan keadaannya di mana usia mental (mental age) pada anak berbakat lebih tinggi dari usia sebenarnya (cronological age), maka mudah timbul perasaan tidak puas belajar bersama dengan anak-anak lain seumurnya. Meskipun banyak aspek perkembangan lain pada anak ternyata memang lebih maju dari pada anak-anak seumurnya, misalnya aspek sosial, akan tetapi cara percepatan dengan meloncatkan anak pada kelas-kelas yang yang lebih ‘tinggi dianggap kurang baik, antara lain karena mempermudah timbulnya’ masalah-masalah penyesuaian, baik disekolah, di rumah maupun di lingkungan sosialnya. Percepatan yang diberikan kepada anak berbakat untuk menyelesaikan bahan pelajaran dalam waktu yang lebih singkat sesuai dengan kemampuannya yang istimewa.


b. Pendidikan dalam Kelompok khusus

1) Model A

Kelas bisaa penuh ditambah kelas khusus (mini). Cara ini bisa dilakukan disetiap sekolah karena anak berbakat mengikuti secara penuh acara di sekolah dan setelah itu memperoleh pelajaran tambahan dalam kelas khusus. Waktu belajarnya bertambah dan mata pelajaran dasar atau yang berhubungan dengan kemampuan khusus (misalnya matematika) ditambah.

2) Model B

Pada model ini anak mengikuti kelas bisaa tetapi tidak seluruhnya (bisa 75%, 60%, 50%) dan ditambah dengan mengikuti kelas khusus. Jumlah jam pelajaran tetap dan hal ini menguntungkan anak sehingga ia masih mempunyai waktu untuk melakukan dalam mengembangkan aspek-aspek kepribadiannya.

3) Model C

Pada model ini semua anak berbakat dimasukan dalam kelas secara penuh. Kurikulum dibuat secara khusus demikian pula guru-gurunya. Kelas seperti ini pun harus merupakan kelas kecil di mana pendekatan individual lebih diutamakan daripada pendekatan klasikal. Kelas khusus anak berbakat harus memiliki kurikulum khusus yang dirancang tersendiri sesuai dengan kebutuhan anak-anak berbakat. Sistem evaluasi dan pembelajarannyapun harus dibuat yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

4) Model D

Pada model ini, merupakan sekolah khusus yang hanya mendidik anak berbakat. Dari sudut administrasi sekolah jelas mudah diatur. Tapi dari sudut anak banyak kerugiannya karena dengan mengikuti pendidikan sekolah khusus, anak terlempar jauh dari lingkungan sosialnya dan menjadi anggota kelompok sosial khusus dan istimewa.

c.Home-schooling (pendidikan non formal di luar sekolah).

Cara lain yang dapat ditempuh selain model akselerasi adalah memberikan pendidikan tambahan di rumah atau di luar sekolah, yang sering disebut home-schooling. Dalam home-schooling orang tua atau tenaga ahli yang ditunjuk bisa membuat program khusus yang sesuai dengan bakat istimewa anak yang bersangkutan. Pada suatu ketika jika anak sudah siap kembali ke sekolah, maka ia bisa saja dikembalikan ke sekolah pada kelas tertentu yang cocok dengan tingkat perkembangannya.

d. Menyelenggarakan kelas-kelas tradisional dengan pendekatan individual.

Dalam model ini biasanya jumlah anak per kelas harus sangat terbatas sehingga perhatian guru terhadap perbedaan individual masih bisa cukup memadai, misalnya maksimum 20 anak. Masing-masing anak didorong untuk belajar menurut ritmenya masing-masing. Anak yang sudah sangat maju diberi tugas dan materi yang lebih banyak dan lebih mendalam daripada anak lainnya; sebaliknya anak yang agak lamban diberi materi dan tugas yang sesuai dengan tingkat perkembangannya. Demikian pula guru harus siap dengan berbagai bahan yang mungkin akan dipilih oleh anak untuk dipelajari. Guru dalam hal ini menjadi sangat sibuk dengan memberikan perhatian individual kepada anak yang berbeda-beda tingkat perkembangan dan ritme belajarnya.


3. Kurikulum Berdifferensiasi

Istilah diferensiasi dalam pengertian kurikulu menunjuk pada kurikulum yang tidak berlaku umum, melainkan dirancang khusus untuk kebutuhan tumbuh kembang bakat tertentu. Pengembangan kurikulum berdiferensiasi terutama menunjuk seuatu kebutuhan berkenan dengan tumbuh kembangnya kreatifitas seseorang. Berbeda dengan kurikulum reguler yang berlaku bagi semua siswa, kurikulum berdiferensiasi bertujuan untuk menampung pendidikan berbagai kelompok belajar, termasuk kelompok siswa berbakat. Melalui program khusus, siswa berbakat akan memperoleh pengayaan dari materi pelajaran, proses belajar dan produk belajar.


Clendeing&davies (1983) menjelaskan bahwa yang dimaksud differentiated adalah isi pelajaran yang menunjuk pada konsep dan proses kognitif tingkat tinggi, strategi instruksional yang akomodatif dengan gaya belajar anak berbakat dan rencana yang memfasilitasi kinerja siswa.

Dalam kurikulum berdifferensiasi terdapat beberapa komponen yang harus ada diantaranya:
  1. Materi pengalaman belajar yang menumbuhkan kreatifitas harus dipilih untuk digemukkan dan dipadatkan dengan cara:
  2. Menambah bagian-bagian baru yang menarik dan merupakan tantangan bagi siswa berbakat
  3. Mengubah bagian-bagian yang kurang sesuai
  4. Mengurangi kegiatan-kegiatan yang rutin dan bersifat mengulang
  5. Terjadinya penanjakan dinamis mental dan tindakan kreatif (creative action)
  6. Berorientasi pada proses, kegiatan aktif dan penerapan tugas, serta memberi peluang kepada siswa untuk memilih sendiri kegiatan belajar sesuai dengan minat dan kemampuannya
  7. Komponen yang bersifat tekhnis, seperti fasilitas, komposisi guru, pendekatan proses belajar mengajar dan penggunaan metode mengajar yang bervariasi.
Diferensiasi kurikulum bagi anak gifted dapat dibagi dalam 4 bentuk (Mooij dkk, 2007) yakni:
  1. Pengkayaan (enrichment): yaitu berupa tawaran ekstra materi pelajaran yang dimaksudkan untuk pendalaman dan perluasan.
  2. Pemadatan atau pemampatan (compacting): yaitu berupa pemampatan materi pelajaran reguler. Atau dengan kata lain bahwa pelajaran yang diberikan tidak perlu dilakukan pengulangan-pengulangan yang memang diperlukan sebagai latihan bagi anak-anak normal.
  3. Paruh waktu (part-time) dalam kelompok-plus atau kelas-plus (pull-out): Dimana dalam kelompok/kelas itu diadakan ekstra aktivitas atau program yang menantang khusus untuk anak-anak gifted. Kegiatan dalam kelompok/kelas plus ini dilakukan beberapa jam dalam satu minggu. Bila anak-anak gifted tersebut membutuhkan kegiatan yang menantang guna memenuhi kebutuhan keberbakatannya, ia dapat sementara waktu keluar dari kelasnya (pull-out), masuk ke dalam kelompok-plus atau kelas-plus tersebut, bersama-sama dengan anak anak gifted lainnya dalam berbagai usia mengerjakan berbagai proyek yang diminatinya. Kelas-kelas seperti ini sering juga disebut Kangaroo-class.
  4. Percepatan (acceleration): yaitu berupa lompat kelas (Class skipping). Namun percepatan ini membutuhkan beberapa pertimbangan berupa: kematangan sosial emosional, kapasitas intelektual, prestasi, adanya lompatan perkembangan didaktik, persetujuan orang tua
Dalam kurikulum berdifferensiasi dikenal juga tentang matra kurikulum. Matra Merupakan kumpulan kegiatan belajar dasar untuk pengembangan lebih lanjut dan memenuhi kebutuhan ana secara umum, sehingga kurikulum berdiferensiasi ini sebenarnya bertitik tolak pada kurikulum umum yang berlaku bagi semua siswa. Pengalaman belajar dari kurikulum umum ini memberikan keterampilan dasar, pengetahuan, pemahaman, nilai dan sikap yang akan memungkinkan seseorang berfungsi sesuai dengan tuntutan masyarakat. Diantara macam  matra tersebut adalah:
  1. Matra Yang Didiferensiasikan
Berkaitan dengan ciri khas perkembangan anak berbakat dan merupakan kurikulum yang dikembangkan secara mendalam. Sifatnya terutama memenuhi harapan, kepentingan, tuntutan kebutuhan peserta didik unggul, terutama berkaitan dengan kehidupan kreatifnya

     2. Matra subliminal 

ini berkaitan dengan latar belakang budaya yang merupakan konteks pendidikan dan harus ditandai oleh iklim akademis. Iklim akademis, pergaulan antasesama siswa, antarguru dan siswa, guru dan guru, serta kepala sekolah, peraturan disiplin yang berlaku yng memadai interaksi belajar, merupakan suasana yang amat menentukan kualitas belajar.

     3. Matra non akademis


Dalam upaya agar materi belajar tidak terlalu sempit dan terbatas pada pengetahuan yang disajikan di buku ajar dan kurikulum sekolah, berbagai wahana luar sekolah seperti kegaitan di masyarakat, televise, museum, radio juga harus mendukung matra yang didiferensiasikan. Dai sini dapat digali pembelajaran melalui pengalaman langsung dengan mengemukakan hal-hal yang sebelumnya hanya dibaca.




Selasa, 21 April 2015

KEGIATAN BELAJAR DAN MENGAJAR KREATIF

KELOMPOK 1
Kelas :1PA20

Nama  kelompok:

  • Amellia Damayanti
  • Bella Pratiwi
  • Chica Desi Nada
  • Diah Permata
  • Febrika Fitro T
  • Fitra Faizani Andiana
  • Harini Mahardwiani
  • Machwinda Brilianti
  • Nenny Sri Rahayu
  • Pratiwi Indy Lestari
  • Riezky Juliandra Rizally





Hasil Diskusi:

Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya. Seseorang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan dimana ia berada dengan demikian baik berubah di dalam individu maupun di dalam lingkungan dapat menunjang atau dapat menghambat upaya kreatif (Munandar, 1995 : 12).

Kreativitas juga diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru baik berupa gagasan maupun karya nyata, yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya (Supriyadi, 1994 : 7).

Secara psikoligis, belajar merupakan suatu proses perubahan yaitu perubahan tingkah laku sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. “Belajar juga adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya” (Slameto, 2003 : 2).

Menurut kelompok kami, kegiatan belajar dan mengajar kreatif merupakan kegiatan belajar-mengajar dengan proses yang dapat membantu siswa menerima berbagai tanggapan tanpa menghadapi kesulitan, prosesnya pun diiringi beragam inovasi sehingga peserta didik memiliki kemauan dari dalam dirinya untuk terus belajar; melakukan penemuan.

Kegiatan belajar-mengajar kreatif haruslah melibatkan komponen-komponen pengalaman belajar yang paling menyenangkan dan paling tidak menyenangkan, sehingga didapati bahwa pengalaman dalam proses belajar kreatif sangat mungkin berada  di antara pengalaman-penglaman belajar yang sangat menenangkan, pengalaman-pengalaman yang sangat memberikan kepuasan dan sangat bernilai.

Dalam hal ini, kreativitas ditumbuhkan baik dari tenaga didik maupun peserta didik. Kolaborasi dari keduanya akan menghasilkan pembelajaran yang efektif.
Refinger (1980 : 9-13) dalam Conny Semawan (1990 : 37-38) memberikan empat alasan mengapa belajar kreatif itu penting.

Belajar kreatif membantu anak menjadi berhasil guna jika kita tidak bersama mereka. Belajar kreatif adalah aspek penting dalam upaya kita membantu siswa agar mereka lebihmampu menangani dan mengarahkan belajar bagi mereka sendiri.

Belajar kreatif menciptakan kemungkinan-kemungkinan untuk memecahkan masalah-masalah yang tidak mampu kita ramalkan yang timbul di masa depan.

Belajar kreatif dapat menimbulkan akibat yang besar dalam kehiduppan kita. Banyak pengalamankreatif yang lebih dari pada sekedar hobi atau hiburan bagi kita. Kita makin menyadari bahwa belajar kreatif dapat mempengaruhi, bahkan mengubah karir dan kehidupan pribadi kita.

Belajar kreatif dapat menimbulkan kepuasan dan kesenangan yang besar.
Dalam proses belajar-mengajar kreatif, harus menggunakan pola pikir yang terbuka, dengan kata lain kita dipaksa untuk berpikir kritis sehingga gagasan-gagasan baru dapat muncul dan menghasilkan inovasi.

Menanggapi hal ini, kelompok kami memiliki gagasan untuk menyusun kegiatan belajar-mengajar sebagai berikut:
Pemanasan
Kegiatan pemanasan meliputi permainan kreatif yang beragam yang disusun sebagai pendahuluan dari tiap-tiap materinya. Kegiatan ini dapat bertempat dimana saja, asalkan memungkinkan untuk mendapatkan properti yang dibutuhkan. Dengan pemanasan ini, diharapkan peserta didik dapat terlebih dahulu memunculkan rasa ingin tahunya.

Diskusi

Setelah melakukan permainan yang menyenangkan, semangat akan terkobar dan timbul rasa ingin tahu. Diskusi ini dimanfaatkan untuk saling bertukar pikiran antar tenaga pendidik dan peserta didik. Berpikir kritis sangat diperlukan dalam proses ini. Perbedaan-perbedaan pendapat yang ditimbulkan akan mengasah kreativitas serta menumbuhkan sikap untuk menghargai pendapat orang lain.

Materi

Setelah membiarkan para peserta didik berdiskusi dan bereksplorasi dengan pikiran serta gagasan-gagasannya, tenaga pendidik meluruskan materi diskusi secara teoritis dengan penjelasan yang logis. Penempatan materi setelah diskusi membuat peserta didik berpikir ulang atas gagasan sebelumnya dan proses ini membuat peserta didik menyerap materi lebih dalam.

Evaluasi

Setelah kegiatan belajar-mengajar usai, dilakukan evaluasi untuk mengetahui sejauh mana materi diserap. Dalam proses ini, tenaga pendidik baiknya menekankan pada peserta didik mengenai “apa yang telah dipelajari”, bukan “bagaimana melakukannya”.

Reward & Punishment

Pemberian hadiah serta hukuman dapat memengaruhi proses belajar-mengajar. Alangkah baiknya, jika tenaga pendidik memberikan hadiah pada peserta didik yang dapat melalui evaluasi dengan baik, atau dengan kreatif dapat mengemukakan gagasannya. Hal tersebut memicu semangat serta dapat menjadi motivasi bagi yang lainnya.

Pada dasarnya, apapun yang direncanakan, tidak menutup kemungkinan terhadap munculnya kendala dalam pelaksanaannya. Apabila setelah evaluasi ternyata gagal, maka proses penjelasan materi harus diulangi; begitu terus sampai berhasil.

Namun seperti yang kelompok kami ungkapkan, kolaborasi dari tenaga pendidik serta peserta didik itu sendiri dibutuhkan sehingga pembelajaran menjadi efektif.

Penting untuk memupuk kreativitas dan dikembangkan pada diri seseorang karena dengan berkreasi, seseorang bisa mewujudkan dirinya menjadi lebih baik. Perwujudan diri ini merupakan salah satu kebutuhan pokok dalam hidup manusia. Sebuah kreativitas adalah kemampuan untuk melihat berbagai macam kemungkinan tentang penyelesaian akan suatu permasalahan. Suatu kreativitas tidak hanya berguna namun juga memberikan kepuasan baik bagi individu itu sendiri maupun orang lain.



Senin, 06 April 2015

Merancang Suatu Inovasi

KELOMPOK 1
Kelas :1PA20

Nama  kelompok:

Amellia Damayanti
Bella Pratiwi
Chica Desi Nada
Diah Permata
Febrika Fitro T
Fitra Faizani Andiana
Harini Mahardwiani
Machwinda Brilianti
Nenny Sri Rahayu
Pratiwi Indy Lestari
Riezky Juliandra Rizally


MULTIFUNCTION BAG


Pada pertemuan kali ini kami diminta untuk merancang suatu inovasi berupa produk yang belum pernah dipasarkan sebelumnya.ide ini kami temukan bersama-sama atas buah pikiran dari sertiap anggota kelompok lalu kami satu padukan. Maka terciptalah "MULTIFUNCTION BAG" ini.


Latar belakang 

Berbedanya minat dan hobi yang dimiliki tiap individu, menumbuhkan fasilitas yang berbeda pula. Disini kami mendesain tas unik untuk individu dengan hobi berpetualang, mendaki, melancong, atau tarveller. Tas ini memudahkan pengguna dalam mengantisipasi kendala. Kendala yang dikhawatirkan terdapat  dalam perjalanan. Selain itu, kami menggunakan bahan anti air dan ringan sehingga mudah dibawa kemanapun.


Gambar struktur tas


Spesifikasi :
  • Kupluk : terbuat dari bahan parasut, sebagai penutup kepala.
  • Smart pocket : untuk menyimpan barang.
  • Mode perahu karet : dengan menarik tali yang tersedia, permukaan tas mengembang menjadi perahu. Dengan spasi berbeda untuk menaruh barang sehingga barang di dalam tas tetap tersimpan rapi.
  • Dayung : untuk mendayung.
  • Mode jas hujan : dengan menarik tali yang tersedia, permukaan tas akan terbuka dan dapat digunakan sebagai jas hujan.


produk ini hanyalah buah pemikiran kami yang bisa saja suatu saat nanti akan terrealisasikan. Kami menyadari bahwa produk kami masih banyak kekurangan. maka dari itu kami sangat menerima kritik dan saran dari anda. Terimakasih:)


Selasa, 10 Maret 2015

DISKUSI MATA KULIAH PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN




KELOMPOK 1
Kelas :1PA20

Nama  kelompok:
Amellia Damayanti (10514955)
Bella Pratiwi  (12511416)
Chica Desi Nada  (12514344)
Diah Permata  (12514956)
Febrika Fitro T  (1D514190)
Fitra Faizani  (14514303)
Harini Mahardwiani (14514798)
Machwinda Brilianti (16514292)
Nenny Sri Rahayu  (17514896)
Pratiwi Indy Lestari  (18514495)


Pertanyaan

1. Anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak peremuan, terutama setelah berlakunya masa kanak-kanak?

2. Anak dari kelompok sosial ekonomi yang lebih tinggi cenderung lebih kreatif daripada anak yang berasal dari sosial ekonomi yang rendah?

3. Anak dari berbagai urutan kelahiran menunjukkan tingkat kreativitas yang berbeda?


Hasil Diskusi
  1. Kelompok kami setuju bahwa anak laki-laki memiliki kreativitas lebih besar daripada anak perempuan , terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak , hal ini disebabkan perbedaan lingkungan antara anak laki-laki dan perempuan. Pada masa kecilnya, ketika otak anal masih di gunakan secara seimbang, perempuan menunjukan prestasi yang lebih menonjolkan dibandingkan laki-laki karna tabiatnya yang rajin dan keegoisan untuk menjadi unggul. Sedangkan melewati masa kanak-kanak, anak lelaki memiliki kehidupan yang cenderung lebih bebas dari perempuan yang secara tidak langsung memotret pengalaman-pengalaman yang lebih banyak dari perempuan. Banyaknya aktivitas bermainpun seperti bola, musik dan olahraga memicu aktivitas otak kanan pada anak laki-laki dimana otak kanan merupakan titik anjak kreativitas. Sifat berani yang lebih menonjol pada laki-laki juga mempengaruhi kreativitas dari segi pengambilan keputusan dan penciptaan inovasi.
  2. Kelompok kami menyatakan bahwa individu dengan tingkat sosial ekonomi yang rendah memiliki kreativitas yang lebih tinggi. Hal tersebut dikarenakan adanya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan. Dalam kondisi tersebut, individu dengan strata sosial menengah ke bawah akan mencari cara untuk dapat bertahan hidup.mulai dari cara yang sederhana hingga yang kompleks sekalipun. Pengalaman untuk bertahan hidup tersebut memacu pola pikir yang memandang dan multi-sudut pandang, juga menerka posibilitas yang dapat terjadi. Hal tersebut tentu memicu kreativitas individu. Lain halnya dengan individu berstatus menengah keatas. Dengan hidup cukup, mereka, terutama di usia muda, cenderung bersikap santai dan menjalani apa yang ada. Hidup mereka tertunjang namun luput dari inovasi. Mereka sangat mungkin lebih pintar; memiliki pendidikan tinggi. Namun, tidak menjamin kreativitas mereka.
  3. Kelompok kami menyatakan bahwa ank dari berbagai urutan kelahiran, sangat dipastikan memiliki kreativitas yang berbeda. Seperti manusia, lingkungan pun bersifat fluktuatif, pasti senantiasa berubah-ubah. Hal tersebut mempengaruhi pertumbuhan janin dalam rahim sang bunda; Bagaimana kondisi fisik serta psikis yang dialami ibu. Setelah anak di lahirkan pun tak mungkin satu anak dengan yang lainnya menerima perlakuan lingkungan yang sama. Rangsangan yang berbeda pasti menimbulkan efek yang beda pada tiap-tiap anak serta pola pikir mereka dalam merespon rangsangan tersebut. Hal tersebut memicu kreativitas yang berbeda pula pada tiap individunya.  


Senin, 09 Maret 2015

BANK SAMPAH DI SEKOLAH

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah. Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah. Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank. *)


Melakukan kegiatan Bank Sampah Di Lingkungan Sekolah

Setiap manusia pasti memiliki sisi kreativitas tersendiri di dalam dirinya, entah seperti apa bentuknya bisa dibidang seni, buah pemikiran, dan lain sebagainya.saya tidak bisa menilai apakah ini sebuah kreativitas yang saya miliki karena orang lainlah yang dapat menilainya. 

Strategi 4P dalam Pengembangan Kreativitas
Kreativitas : Pribadi, Pendorong, Proses, dan Produk (4P)


Pribadi
                Menurut Hullbeck, "Creative action is an imposing of one's own whole personality on the enviroment in a unique and characteristic way".Tindakan kreatif muncul dari keunikan keseluruhan kepribadian dalam interaksi dengan lingkungannya .
                kalau Stenberg mengatakan bahwa kreativitas itu merupakan titik pertemuan yang khas antara tiga atribut psikologis intelegensi, gaya kognitif, dan kepribadian atau motivasi. **)

Awalnya saya melihat begitu banyak sampah berserakan terutama sampah botol plastik seusai jam istirahat. Sampah yang semakin banyak lama kelamaan akan menimbulkan masalah. Selintas saya berpikir untuk memanggil tukang pengepul barang bekas ke sekolah, namun niat itu saya urungkan karena akan rumit dan bertentangan dengan pihak sekolah. Kemudian saya berpikir mengapa harus memanggil tukang pengepul barang bekas sedangkan seluruh siswa bisa melakukannya jika di koordinasikan dengan baik.saya ingin membuat lingkungan terlihat lebih nyaman dengan berkurangnya sampah botol plastik yang kian hari kian bertambah dan menjadi salah satu penyebab banjir. jika terus berlanjut bisa saja menjadi faktor terbesar dari pemanasan global.


Pendorong
                 defenisi dan pendekatan terhadap kreatifitas menekankan faktor press, baik dorongan internal maupun eksternal. dorongan internal bisa berupa keinginan dan hasrat untuk  menciptakan atau bersibuk diri, dorongan eksternal bisa berupa lingkungan sosial dan psikologis. **)

Melihat lingkungan sekolah yang memprihatinkan karena menganggu pemandangan saya terdorong untuk mengutarakan keinginan saya untuk meminimalisir sampah botol plastic yang ada dilingkungan sekolah dengan cara mengadakan kegiatan bank sampah disekolah.

Kebetulan saya adalah anggota pengurus osis di sekolah . Waktu itu seluruh anggota pengurus osis dan Pembina melakukan pertemuan atau rapat rutin yang dilakukan satu bulan sekali yang dilaksanakan usai sekolah. Seperti biasa Pembina osis kami bertanya inovasi apalagi yang akan kami lakukan. Banyak ide-ide kreatif dari teman-teman pengurus osis yang bermunculan. Saya berpikir inilah kesempatan saya untuk mengusulkan ide ini. Awalnya saya takut tindakan ini dianggap kurang diminati para siswa nantinya dan akan bersifat sementara. Akhirnya saya mencetuskan ide tersebut. Dan ternyata di respon sangat baik oleh Pembina osis kami. Dan teman-teman pengurus osis pun turut andil dalam kegiatan ini.


Proses
Definis tersebut meliputi seluruh proses kreatif dan ilmiah mulai dari menemukan masalah sampai dengan menyampaikan hasil. **)

kami anggota pengurus osis membentuk pengurus/panitia untuk melaksanakan Bank sampah ini. Mulai dari ketua, sekertaris, bendahara, dan lain-lainnya. Akhirnya terbentuklah pengurus/panitia Bank sampah ini.

Pada saat upacara Pembina osis kami mensosialisasikan kegiatan tersebut. Banyak respon yang bermunculan dari siswa/siswi sekolah dari mulai yang positif sampai yang negatif. Setiap kelas harus menyiapkan setidaknya Plastik sampah yang berwarna hitam untuk menunjang kegiatan ini.

Pengumpulan botol plastic bekas ini dilakukan perkelas. Seusai pulang sekolah botol tersebut dikumpulkan dan dicatat beratnya sesuai kelasnya masing-masing. Agar pembagian hasil dari penjualan botol tersebut dapat dibagikan secara adil. Setiap seminggu sekali sekolah memanggil pengepul barang bekas untuk menjual botol-botol plastik tersebut.


Produk
                Defenisi yang berfokus pada produk kreatif menekankan orisinalitas seperti definisi Barron yang menyatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk menghasilkan sesuatu yang baru, begitu juga dengan Haeffele yang mengatakan bahwa kreativitas adalah kemampuan untuk membuat kombinasi-kombinasi baru yang mempunyai makna sosial. Bahwa suatu produk kreatif tidak hanya harus baru tetapi juga diakui sebagai bermakna. **)

Bagi saya produk adalah hasil yang didapat dari semua yang telah dilakukan. Dapat berupa barang, keuntungan, ataupun hikmah tersendiri.

Melakukan bank sampah disekolah selain dapat menjaga lingkungan sekolah menjadi lebih sehat dan bersih juga dapat menghasilkan keuntungan untuk menunjang kegiatan yang ada di kelas masing-masing. Hikmah yang dapat kita ambil adalah secara tidak langsung kita ikul andil untuk melestarikan bumi kita.

Salam go green! :) 




Sumber :
**): http://10107christinsiahaan.blogspot.com/2011/09/konsep-kreativitas-dengan-menggunakan.html


TUGAS PENGANTAR KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN
Machwinda Brilianti
1PA20
16514292