Selasa, 17 Januari 2017

KOMUNIKASI


A.    DEFINISI KOMUNIKASI

           Sarah Trenholm dan Arthur Jensen (dalam Wiryanto, 2004) mendefinisikan komunikasi adalah suaru proses dimana sumber mentransmisikan pesan kepada penerima melalui beragam saluran.
           Menurut Hoveland (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah proses dimana individu mentransmisikan stimulus untuk mengubah pikiran untuk perilaku individu lain.
           Gode (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah suatu proses yang membuat kebersamaan bagi dua atau lebih yang semula monopoli oleh suatu atau beberapa orang.
           Raymond S. Ross (dalam Wiryanto, 2004), mendefinisikan suatu proses menyortir sedemikian rupa, sehingga membantu pendengar membangkitkan makna atau respon yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh sang komunikator.
           Everett M. Rogers dan Lawrence Kincaid (dalam Wiryanto, 2004) menyatakan bahwa komunikasi adalag suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi antara satu sama lain, yang pada gilirannya terjadi saling pengertian yang mendalam.

B.     BENTUK-BENTUK KOMUNIKASI

Menurut R.M Siahaan (dalam Ronda, 2015), komunikasi dapat dibedakan atas tiga bentuk, yakni:
           Pertama, Komunikasi antar pribadi (interpersonal communication). Bentuk ini terjalin diantara dua orang atau pribadi, besifat langsung dan sering dalam bentuk percakapan (lisan atau tulisan). Ciri khas komunikasi ini adalah bersifat dua arah atau timbal balik.
           Kedua, Komunikasi antar kelompok (group communication). Komunikasi antar kelompok akan berlangsung antara komunikator dengan sejumlah komunikan yang berkumpul bersama-sama, baik dalam jumlah kehadiran yang kecil atau pun jumlah yang besar. Adanya keinginan bersama dan juga sikap tenggang rasa adalah hal yang penting untuk keberhasilan komunikasi ini.\
           Ketiga, ialah komunikasi massa. Komunikasi massa mempunyai cirri yang khusus, yakni penggunaan media komunikasi seperti pers, radio, TV, dan film. Empat karakteristik yang perlu dipahami dalam komunikasi ini adalah (1) komunikasi massa bersifat umum, (2) komunikasi massa bersifat heterogen, (3) komunikasi massa menimbulkan keserempakan (serentak), dan (4) didalam komunikasi massa hubungan non pribadi.


C.     JENIS-JENIS KOMUNIKASI

           Menurut Duha (2016), komunikasi bisa berlangsung dalam berbagai cara. Antara lain sebagai berikut:

1.      Komunikasi Searah
           Jenis komunikasi yang langsung dan tanpa hambatan/ sekat-sekat. setiap saat bisa langsung berinteraksi. Bila sudah disepakati, kapan saja, dan dimana saja komunikasi bisa berlangsung. Baik hanya yang satu kali saja, beberapa kali, atau menjadi rutinitas yang sering dilakukan secara kesinambungan.
2.      Komunikasi dengan Penghubung
           Komunikasi tidak tibsa berjalan secara langsung, sebab salah satupihak tidak bisa bertemu dengan pihak lain karena keterbatasan yang disebabkan oleh beberapa hal: (a) Kesibukan, (b) Kenyamanan, (c) dan Perbedaan.
3.      Komunikasi Melalui Perantara
           Untuk bisa berjumpa, bicara atau berkomunikasi antara pihak yang satu dengan pihak lain, perlu mendapat izin atau persetujuan dari seseorang yang lebih tinggi jabatan, terhormat kedudukannya, atau dituakan dalam komunitas dan lingkungannya.
4.      Komunikasi Memakai Tahapan
           Komunikasi memakai tahapan, adalah salah satu jenis komunikasi yang bisa dikatakan rumit. Sebab, pihak yang ingin berkomunikasi dengan pihak lain, harus melewati beberapa orang/bagian tempat sebelum bertemu dengan pihak lain tersebut.





           MODEL KOMUNIKASI STIMULUS-RESPON (S-R)

           Model stimulus response (rangsangan-tanggapan), atau lebih populer dengan sebutan model S-R menjelaskan tentang pengaruh yang terjadi pada pihak penerima sebagai akibat dari komunikasi.  
           Menurut model ini dampak atau pengaruh yang terjadi pada pihak penerima, pada dasarnya merupakan suatu reaksi tertentu dari stimulus tertentu. Dengan demikian besar kecilnya pengaruh serta dalam bentuk apa pengaruh tersenut terjadi, tergantung pada isi dan penyajian stimulus.

Model S-R dapat digambarkan sebagai berikut:
                                                           S ---- O ---- R
           Model ini memberikan gambaran tentang tiga elemen penting: Stimulus, yakni pesan; organisme (O), dalam hal ini pihak penerima (receiver), dan response (R), yakni akibat atau pengaruh yang terjadi.  Model S-R ini ada kaitannya dengan asumsi dari model ”jarum suntik” yang berpandangan bahwa media massa mempunyai pengaruh langsung kepada khalayaknya.  Isi media massa diibaratkan sebagai jarum yang disuntikkan ketubuh khalayak, sehingga menghasilkan pengaruh yang sesuai dengan isinya.
           Asumsi mengenai kekuatan pengaruh dari media massa ini didasarkan atas pemikiran bahwa masyarakat, ibarat atom-atom sosial yang merupakan sekumpulan individu-individu yang terpisah dan bertingkah laku sesuai keingainannya masing-masing. Dalam masyarakat yang atomisti demikian, kendala-kendala sosial jarang terjadi dan pengaruh dari ikatan sosial sangat kecil.
           Model S-R ini kemudian banyak dikritik karena masyarakat dalam menerima pesan dari media massa dipandang tidak bersikap dan bertindak pasif, melainkan aktif dan selektif.  


SUMBER :
Duha, T.(2016).Perilaku Organisasi.Yogyakarta: Deepublish

Ronda, D.(2015). Prosiding Seminar Khotbah Kontenporer.Makasar: Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Wiryanto.(2004).Pengantar Ilmu Komunikasi.Jakarta: PT.Gramedia Widiasarana Indonesia

Marhaeni, D.P,.(____).Model-model Komunikasi. [pdf].(http://komunikasi.unsoed.ac.id/sites/default/files/Model%20model%20komunikasi.pdfdiakses pada tanggal 17 Januari 2017)

Kamis, 12 Januari 2017

DIREKSI PERSONALIA

Direksi Personalia
Bertugas mengkoordinasi semua kegiatan manajemen sumber daya manusia dalam organisasi untuk memaksimalkan penggunaan sumber daya manusia secara strategis seperti kompensasi karyawan, rekrutmen, kebijakan personalia, dan kepatuhan terhadap perusahaan. Selain itu tugas direksi personalia juga meliputi:
a.      Mengidentifikas lowongan staff, merekrut, mewawancarai dan memilih pelamar.
b.      Mengembangkan, mengelola dan mengevaluas tes pelamar kerja
c.   Memberikan informasi tentang kebijakan perusahan, detail tugas pekerjaan, kondisi kerja, upah, jenjang karir dsb kepada calon karyawan.
d.      Melakukan pemecatan dan mengelola prosedur disiplin.
e.       Mengalokasikan sumber daya manusia dengan tepat.
f.       Membuat rencana dan melakukan orientasi kepada karyawan baru untuk menimbulkan sikap positif terhadap tujuan perusahaan,
g.      Menyiapkan karyawan untuk bertugas dengan melakukan program pelatihan kerja.
h.      Menjadi penghubung antara manajemen dengan karyawan.
i.        Menjada struktur kerja dengan memperbarui persyaratan kerja dan deskripsi pekerjaan untuk semua posisi.
j.       Memastikan kepatuhan hukum dengan memantau karyawan.
k. Menyelidiki dan melaporkan jika terjadi kecelakaan pada salah satu karyawan guna kepentingan ansuransi.

Job specification:
  1. Memiliki jiwa kepemimpianan yang baik.
  2. Memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik.
  3. Dapat menterjemahkan strategi perusahaan dalam bentuk kebijakan HR yang tepat.
  4. Dapat mengelola perubahan-perubahan yang terjadi di perusahaan secara efektif.
  5. Seorang HRD harus memiliki business knowledge yang baik. 
  6. Seorang HRD harus memiliki kemampuan dapat mempengaruhi dan memahami orang lain.
  7. Memiliki kemampuan khusus, seperti dapat mengoperasikan alat tes psikologi, memahami undang-undang ketenagakerjaan, sistem penggajian dll
  8. Memiliki pengetahuan mengenai prosedur dan proses rekrutmen.
Sumber :

MARKETING

Marketing atau Pemasaran

Pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial yang digunakan individu, rumah tangga, ataupun organisasi untuk memperoleh kebutuhan dan keinginan mereka dengan cara menciptakan dan mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. Jadi, tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan individu maupun organisasi. Kebutuhan tersebut di penuhi dengan cara menciptakan dan menpertukarkan produk dan nilai.

Job Desk Marketing :
a.       Mempertahankan tingkat permintaan ini di tengah perubahan selera konsumen serta meningkatnya persaingan.
b.      Melakukan demarketing, yaitu menemukan cara untuk mengurangi permintaan sementara maupun permanen, seperti kenaikan harga, mengurangi promosi, ataupun aktivitas pelayanan.
c.       Mengajak orang-orang untuk menggemari produk-produk ini untuk mengurangi atau meninggalkannya, dengan peningkatan harga, memberikan ancaman bagi yang menggunakan, maupun mengurangi ketersediaan produknya.
d.      Melakukan riset pasar, membuat perencanaan, inplementasi, dan melakukan pengendalian pasar.

 Job Spec Marketing :

a.       Pria/Wanita Usia Max. 35 Tahun
b.      Pendidikan Min S1 semua jurusan ( Managmen lebih diutamankan\)
c.       Pengalaman dibidang Marketing min. 3 tahu
d.      Mempunyai Mempunyai kendaraan sendiri.
e.       Mampu mengoperasikan microsoft office
f.       Aktif berbahasa Inggris         
g.       Dapat bekerjasama dalam team maupun sendiri 
h.      Dapat bekerja deadline dan target

i.        Komunikatif, berpenampilan menarik.



Sumber : 
Simamora, B. (2003).Memenangkan Pasar Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable. Jakarta:    PT.          Gramedia Pustaka Utama.

Fuad, M., dkk.(2006).Pengantar Bisnis. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama


FINANCE STAFF

Staf Keuangan (Finace staff)

Staf Keuangan adalah penanggung jawab sistem penganggaran, dan kontrol siatem keuangan di seluruh sektor. Staf yang terlibat bertugas membantu seluruh pengelolaan sistem keuangan yang dibutuhkan oleh top management, dan menjamin bahwa seluruh proses pengelolaan keuangan dapat berjalan secara efektif. Staf keuangan bertanggung jawab kepada kepala bagian tata usaha.

Job Desk Staf Keuangan sehari-hari mencangkup:
a.       Membuat dan mengimplementasikan sistem keuangan yang efektif.
b.      menyiapkan seluruh keperluan keuangan dibutuhkan oleh seluruh sektor, termasuk penyusunan anggaran, mekanisme pengelolaan dan otorisasi, dan kontrol/pengawasan di setiap pos anggaran.
c.       Membuat laporan keuangan secara reguler yang memenuhi standar akutansi keuangan.
d.      Membantu memberikan rekomendasi kebijakan kepada top management, berdasarkan performa lapiran keuangan setiap bulan.

Job Spec:
Staf Keuangan memilik persyaratan sebagai berikut :
a.       Lulusan S1 Akuntansi
b.      Wanita/Pria, Berpenampilan menarik.
c.       Usia maksimal 30 tahun.
d.      Mengerti dan Menguasai pembukuan dan akuntansi keuangan
e.       Menguasai Program Microsoft Office
f.       Memiliki pengalaman kerja di bidang administrasi dan keuangan lebih diutamakan
g.       Menyukai pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi dan keuangan
h.      Jujur, Teliti, terampil dan dapat bekerja sama dalam tim.
i.        Terbiasa bekerja dengan target dan di bawah tekanan.


Sumber : 
Baedowi, A., dkk.2015. Manajemen sekolah efektif. Tangerang Selatan: PT. Pustaka Alvabet


Minggu, 08 Januari 2017

PSIKOLOGI MANAJEMEN

PSIKOLOGI MANAJEMEN
            Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Stoner).
            Psikologi manajemen adalah ilmu tentang bagaimana mengatur / me-manage sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan.
Kaitannya dengan psikologi:
            Dengan ditemukan dan dikembangkannya ilmu psikologi, diketahui bahwa unsur SDM ternyata merupakan yang terpenting dari ketiga modal kerja perusahaan manapun.
            Pasalnya, ilmu psikologi yg memang berpusat pada manusia, mampu mengintervensi berbagai faktor internal manusia seperti motivasi, sikap kerja, keterampilan, dsb dengan berbagai macam teknik dan metode, sehingga bisa dicapai kinerja SDM yang setinggi-tingginya untuk produktivitas perusahaan.



ORGANISASI

           Pengertian Organisasi adalah sebuah kelompok individu yang diorganisasikan untuk mencapai tujuan tertentu. Jumlah individu ini sangat beraneka ragam antara organisasi yang satu dengan organisasi yang lain. Ada yang beranggota tiga atau empat orang, yang bekerja dengan kontak sangat dekat. Sementara itu, ada juga organisasi yang memilki seribu karyawan di seluruh dunia.
§  Victor A Thompson, Pengertian Organisasi adalah suatu integrasi dari sejumlah spesialis-spesialis yang bekerja sama dengan sangat rasional dan impersonal untuk mencapai beberapa tujuan spesifik yang telah diumumkan sebelumnya.
§  Richard Scott adalah suatu kelompok  yang sengaja dibentuk untuk mencapai suatu tujuan khusus, yang sedikit banyak didasarkan pada asas kelangsungan.
§  Stoner mengatakan bahwa organisasi adalah suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan atasan mengejar tujuan bersama.
§  James D. Mooney mengemukakan bahwa organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
§  Chester I. Bernard berpendapat bahwa organisasi adalah merupakan suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
§  Stephen P. Robbins menyatakan bahwa Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan.
           Sebuah organisasi dapat terbentuk karena dipengaruhi oleh beberapa aspek seperti penyatuan visi dan misi serta tujuan yang sama dengan perwujudan eksistensi sekelompok orang tersebut terhadap masyarakat. Organisasi yang dianggap baik adalah organisasi yang dapat diakui keberadaannya oleh masyarakat di sekitarnya, karena memberikan kontribusi seperti; pengambilan sumber daya manusia dalam masyarakat sebagai anggota-anggotanya sehingga menekan angka pengangguran.
           Orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi mempunyai suatu keterkaitan yang terus menerus. Rasa keterkaitan ini, bukan berarti keanggotaan seumur hidup. Akan tetapi sebaliknya, organisasi menghadapi perubahan yang konstan di dalam keanggotaan mereka, meskipun pada saat mereka menjadi anggota, orang-orang dalam organisasi berpartisipasi secara relatif teratur.

Tujuan Organisasi dan Fungsi Organisasi
Tujuan organisasi secara umum, antara lain :
v  Tujuan organisasi adalah untuk merealisasikan keinginan dan cita cita bersama anggota organisasi.
v  Tujuan organisasi yang kedua ialah hasil akhir yang diinginkan di waktu yang akan datang.
Fungsi organisasi secara umum, antara lain :
§  Fungsi organisasi yang pertama adalah untuk memberikan arahan dan pemusatan kegiatan organisasi, mengenai apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh organisasi.
§  Fungsi organisasi yang kedua yaitu dapat meningkatkan kemampuan anggota organsasi dalam mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan masyarakat.
§  Fungsi organisasi yang berikutnya adalah dapat memberikan pengetahuan yang baru kepada anggotanya.


AKTIVITAS MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)

Pengertian sumber daya manusia
           Sumber daya Manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting  dalam suatu perusahaan di samping faktor yang lain seperti modal. oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan yang dikenal dengan manajemen sumber daya manusia (MSDM).

kegiatan atau aktivitas MSDM secara umum dapat dikategorikan menjadi empat, yaitu:
1.      Persiapan dan Pengadaan
Kegiatan persiapan dan pengadaan meliputi banyak kegiaan, diantaranya adalah kegiatan analisis jabatan, yaitu kegiatan untuk mengetahui jabatan-jabatan yang ada dalam organisasi beserta tugas-tugas yyang dilakukan dan persyaratan yang harus dimiliki oleh pemegang jabatan tersebut dan lingkungan kerja dimana aktivitas tersebut dilakukan.
2.      Pengembangan dan Penilain
Setelah mereka bekerja secara berkala harus dilakukan pelatihan-pelatihan. Hal ini diperlukan untuk meningkatkan produktivitas  pegawai dan menjaga terjadinya keusangan kemampuan pegawai akibat perubaha-perubahan yang terjadi dalam lingkungan kerja.
3.      Pengkompensasian dan Perlindungan
Untuk mempertahankan dan memelihara semangat kerja dan motivasi, para pegawai diberi kompensasi dan beberapa kenikmatan atau keuntungan lainnya dslam bentuk program-program kesejahteran.
4.      Hubungan-hubungan kepegawaian
Hubungan-hubungan kepegawaian meliputi usaha untuk memotivasi pegawai, memberdayakan pegawai yang dilakukan melalui penataan pekerjaan yang baik, meningkatkan disiplin pegawai agar mematuhi aturan, kebijakan-kebijakan yang ada, dan melakukan bimbingan.

SUMBER :
https://id.wikipedia.org/wiki/Organisasi Tanggal Akses 8 Januari 2017

Hariandja, M.T.E,.(2002). Managemen Sumber daya Manusia. Jakarta: PT. Gramedia Widiasarana Indonesia.

Kamis, 19 November 2015

Etika Dalam Melakukan Penelitian Dari Sumber Internet Kaitannya Dengan Plagiarisme

karena meningkatnya kebutuhan, dan pola pikir manusia, serta gaya hidup, Internet ini dianggap sangat membantu kebutuhan manusia. Melihat makin pesatnya era globalisasi saat ini, penggunaan internet makin hari kian bertambah. Kita dapat mengakses segala sesuatu yang kita butuhkan lewat internet. Internet juga menjadi salah satu pilihan referensi yang begitu banyak di gunakan oleh berbagai kalangan khusunya pelajar atau mahasiswa untuk memenuhi tuntutan tugasnya. Fenomena tersebut menyebabkan maraknya kasus plagiarisme di dunia internet. Padahal, plagiarisme itu sendiri dapat mendatangkan sangsi bagi pelanggarnya.

Plagiarisme adalah suatu tindakan seperti menyalin, mengutip, dan menduplikasi hasil karya orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya. Dan pelaku mengakui atau menjadikan karya orang lain ini sebagai miliknya.

Minimnya pengetahuan merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya plagiarisme itu sendiri. Bahkan, banyak dari sebagian pelanggar yang tidak tahu bahwa ia melakukan plagiarisme.  Karena hal tersebut tidak seluruhnya di dapatkan oleh masyarakat berbagai kalangan dari kegiatan belajar mengajar. Hanya dibutuhkan kesadaran dari diri sendiri untuk mencari tahu etika yang baik dalam mengambil referensi dari internet atau dari tulisan milik orang lain.

Berikut ini adalah beberapa contoh dari plagiarisme :
  1. Menduplikasi hasil karya milik orang lain seperti tulisan, lagu, gambar dan lain sebagainya tanpa mencantumkan hak cipta. Hal ini biasa kita sebut dengan Copas (copy paste).
  2. Mengganti nama pencipta dengan nama sendiri pada karya yang di duplikasi /diambil. Menuliskan hasil penelitian milik orang lain dan digunakan untuk kepentingan dirinya sendiri tanpa seizin pemilik.
  3. Membeli atau mengunduh hasil karya orang lain. Kemudian menyebarluaskan karya tersebut dengan mengaku bahwa karya tersebut adalah miliknya.
Sedangkan hal-hal tidak memerlukan sitasi diantaranya adalah sebagai berikut:
  • Pengetahuan umum, yaitu pengetahuan yang sudah diketahui secara luas oleh masyarakat dan dapat ditemukan dalam banyak sumber, tanpa harus didahului dengan suatu penelitian.
  • Tanggal bersejarah, yaitu informasi yang diketahui sebagai informasi umum oleh masyarakat luas sebagai hari bersejarah.
  • Teori dan argumen yang dikenal secara umum, yang menjadi perbincangan masyrakat luas, sehingga tidak dapat diklaim sebagai milik pihak tertentu.
  • Peribahasa yang umum, dimana peribahasa ini telah dikenal sejak lama sehingga tidak diketahui siapa yang menciptakan.

Sumber:EnglishClub.com
Sekalipun penegakan hukum terhadap pelanggaran di atas masih belum serius digalakkan di Indonesia, yang membuat aksi plagiarisme masih terus berkembang pesat, namun sudah ada peraturan terkait dengan tindak pidana tersebut.
Berdasarkan UU No.20/2003, sanksi atas tindakan plagiarisme adalah sebagai berikut:
1. Lulusan perguruan tinggi yang karya ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti merupakan jiplakan dicabut gelarnya (pasal 25 ayat 2).
2. Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp. 200.000.000,00 (dua ratusjuta rupiah).

Sumber:YayasanRumahIlmuIndonesia

Hukuman di atas merupakan hukuman riil/nyata yang akan diterima oleh pelaku plagiarsime berdasarkan norma hukum. Padahal tindakan plagiarisme tidak hanya melanggar nilai-nilai hukum, melainkan juga nilai sosial masyrakat. Pelaku yang ketahuan melakukan tindakan plagiarisme juga akan mendapatkan hukuman dari llingkungan sekitarnya, misalnya dicap negatif buruk sebagai penjiplak oleh dosen/guru/atasannya karena hasil karyanya bukan murni buah hasil pemikirannya sendiri.


Bagaimana Menghindari Plagiarisme?

Setelah mengetahui apa itu plagiat beserta contoh-contoh dan sanksi atas pelanggaran tersebut, tidak ada alasan lagi buat kita semua untuk tidak tahu menahu mengenai langkah-langkah menghindari tindakan plagiarisme. Disini saya akan membagikan sedikit tips untuk menghindari perbuatan yang melanggar hukum tersebut. Sebenarnya ada banyak cara dalam melakukan sitasi untuk menghindari sitasi, di antaranya dengan menggunakan sistem Modern Language Association, yang digunakan di luar negeri, sedangkan di Indonesia kita dapat menggunakan metode yang biasa kita dapatkan dalam Bahasa Indonesia, yaitu tentang teknik melakukan sitasi. Dan berikut ini cara melakukan sitasi secara umum.
  1.  Membuat kutipan langsung, yaitu dengan cara menyalin kalimat, frase, atau salah stu bagian dari teks secara langsung dengan kata-kata yang sama persis disertai dengan tanda petik. Akan tetapi yang perlu diperhatikan adalah bahwa kalimat yang kita salin tidak boleh terlalu banyak, cukup berupa ringkasannya saja, untuk kemudian dijelaskan dengan menggunakan kalimat sendiri.
  2. Membuat Parafrase Teks, yaitu menuliskan kembali bagian dari teks dari sumber yang akan kita masukan dalam karya tulis kita, namun ditulis dengan kata-kata sendiri, selanjutnya cantumkan nama pengarang/pemilik ide yang kita gunakan. Yang perlu diperhatikan dalam prafrase ini adalah tidak boleh adanya sedikitpun persamaan kata antara sumber dengan tulisan kita, namun apa yang kita tuliskan harus tetap memiliki makan yang sama dengan sumber aslinya. Untuk itu perlu dilakukan pemahaman terhadap sumber yang akan disitasi dengan cara membaca sumber tersebut berulang-ulang sehingga kita dapat mengerti maknanya dan dapat menuliskannya dengan kalimat/kata kita sendiri. 
Salah satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam menghindari plagiarisme adalah dengan membuat sitasi, atau penulisan sumber yang  digunakan dalam karya tulis kita. Sitasi tersebut dibagi menjadi dua macam, yang keduanya saling berkaitan satu sama lainnya.
  1. Sitasi dalam Teks, Mencantumkan nama pemilik ide, teori, pendapat orang lain langsung dalam teks yang kita tulis dimana buah pikiran berupa ide, pendapat, ataupun teori orang lain tersebut kita gunakan. Pencantuman dilakukan dengan berbagai macam cara seprti menuliskan nama lengkap, tahun dari sumber tersebut, serta halamannya, ataupun dengan metode lain seperti hanya mencantumkan nama belakang serta halamannya saja. Apabila sitasi yang yang kita lakukan berasal dari sumber di dunia maya (website ataupun blog), dapat dilakukan dengan mencantumkan nama pencipta jika ada, disertai dengan alamat lengkap (link) dari sumber tersebut.
  2. Daftar Pustaka, Pencantuman sumber dari karya cipta yang kita gunakan dapat dilakukan di akhir karya tulis berupa daftar pustaka, dengan menuliskan secara detail sumber yang kita gunakan dalam sitasi. Untuk teknisnya kurang lebih hampir sama dengan sitasi langsung dalam teks, hanya saja sumber dituliskan lebih detail, meliputi nama pengarang, tahun penulisan, judul karya tulis, penerbit serta lokasi penerbitannya jika karya tulis tersebut berupa cetakan (print out). Sedikit tulisan di atas sekiranya dapat membuka pengetahuan ktia lebih luas, meskipun sudah banyak teman-teman yang memperoleh pengetahuan ini lebih dahulu. Bagi penulis sendiri, ringkasan di atas tentu menjadi pelajaran untuk menghasilkan karya tulis yang lebih baik di masa yang akan datang. Harapan saya, semoga informasi ini berguna bagi semua pembaca, mengingat akan pentingnya pengetahuan mengenai plagirisme dalam karya tulis ini di tengah maraknya pembajakan Hak Kekayaan Intelektual di negara ini. Semoga kita semua bisa saling menghargai hasil pemikiran milik oang lain, dan berusaha semampu kita untuk menghasilkan karya-karya baru yang juga bermafaat bagi orang lain.
Sumber :
http://fkm.unsri.ac.id/index.php/component/content/article/2-berita/82-menghindari-plagiarisme-dalam-karya-tulis



Selasa, 03 November 2015

Fiksimini : Berawal dari Dunia Maya, Terwujud ke Dunia Nyata

Perkembangan teknologi saat ini mendatangkan dampak positif bagi kebanyakan orang. Sosial media adalah salah satu contoh perkembangan teknologi yang memberikan kemudahan berkomunikasi dengan jangkauan yang luas dan tidak terbatas bagi penggunanya. Setiap orang dapat menggunakan sosial media untuk berbagai keperluan. Seperti berkomunikasi dengan orang yang berbeda di berbagai tempat, membangun relasi, dan juga membentuk suatu komunitas.

sumber: twitter.com

Fiksimini adalah komunitas sastra yang lahir dari sosial media twitter. Berawal dari tweet-tweet dengan hastag #Fiksimini di twitter  kemudian dapat berkelanjutan hingga merambah ke dunia nyata. Hastag #Fiksimini ini diawali oleh Agus Noor dan beberapa penulis lainnya. @fiksimini mendapat respon yang sangat positif dari pembaca, hingga akhirnya, pada tanggal  18 Maret 2010 resmi di buat oleh Agus Noor, Clara Ng, dan Eka Kurniawan.

Setahun berjalan, komunitas ini telah memiliki followers sebanyak 77 ribu-an dengan anggota aktif sebanyak 400 orang diseluruh Indonesia. terlahir dari twitter komunitas ini berkembang menjadi komunitas yang nyata dalam menumbuhkan semangat membaca, menulis, mencintai budaya, dan Bahasa Indonesia dalam suasana penuh keakraban dan persaudaraan.

Sejak akun resmi Fiksimini dibuat, para penulis mulai aktif mengirimkan karya Fiksimini mereka yang kemudian akan di retweet oleh moderator. Moderator yang aktif melakukan retweet adalah Salman Aristo, Aan Mansyur, Clara Ng, Andy Tantono, Agus Noor, dan Eka Kurniawan. Agus Noor menetapkan diktum-diktum karya fiksimini yang layak di retweet.

Setelah terbentuknya Fiksimini, para followers kemudian sering melakukan kopi darat. Bermula dari sana, muncul kesadaran bahwa banyak hal yang dapat dilakukan dibandingkan sekedar berinteraksi melalui dunia maya. Kemudian, pada Januari 2011, keinginan untuk membentuk sebuah komunitas ‘nyata’ akhirnya terwujud. @fiksimini melakukan gatheringpertamanya di Taman Ismail Marzuki dan berhasil mempertemukan para Fiksiminiers (sebutan untuk anggota komunitas) dari 14 provinsi di Indonesia.

Seperti komunitas lainnya, Fiksiminiers berkumpul, berkenalan, berbagi cerita dan berbuat sesuatu. Karena merupakan komunitas menulis, maka kegiatan Fiksiminiers ketika bertemu di duni nyata tidak jauh dari menulis bersama, membahas buku, membuat lagu, membuat film, hingg kegiatan-kegiatan sosial ke panti asuhan. Fiksiminiers bahkan pernah menjadi relawan tanggap benjana (Fiksimini For Merapi).

Beberapa anggota Fiksimini bahkan sudah menerbitkan bukunya sendiri, selain karya bersama antaranggota komunitas. Tak hanya itu, @fiksimini juga menghelat Festival Fiksimini Bernyanyi sekaligus Festival Film Fiksimini. Kedua festival ini mngengkat tulisan fiksimini menjadi lagu dan film  pendek.


Bahkan, 10 lagu pendek telah menjadi nada sambbung pribadi sebuah provider seluler terkemuka. Komunitas ini boleh dengan bangga  hati denga penghargaan yang telah diterima. Diantarany6a pada tahun 2010 diundang pada International Even Ubud Writers  and Readers Festival Bali, dan menjadi The Most Inspiring Twitter di Pesta Blogger di tahun yang sama.Adapun di tahun 2011 adasembilan film pendek yang tayang di Hoopla! Film Festival di Singapura. Satu harapan yang masih ingin diwujudkan. Menjadikan kekuatan literasi untuk kemajuan industri kreatif.



sumber :

http://tekno.kompas.com/read/2011/09/26/22565585/Fiksimini..Komunitas.Sastra.yang.Lahir.dari.Twitter

http://news.indonesiakreatif.net/thank-god-fiksimini/

http://www.koran-sindo.com/news.php?r=4&n=1&date=2015-11-01